banner atas

Influencer Jepang Doa Bersama untuk Korban Tragedi Subang

portalpa - Jumat, 31 Mei 2024 | 09:21 WIB

Influencer Jepang Asahina Mana (kanan) hadir dalam doa bersama di Depok untuk para korban kecelakaan maut di Subang.
Influencer Jepang Asahina Mana (kanan) hadir dalam doa bersama di Depok untuk para korban kecelakaan maut di Subang.

DEPOK, PortalPasundan.com – Tragedi kecelakaan bus maut di Subang, Jawa Barat, hingga menyebabkan 11 orang meninggal dari SMK Lingga Kencana Depok, menjadi sorotan dunia. Influencer asal negara Jepang, Asahina Mana, ikut menggelar doa bersama untuk para korban.

Doa bersama ini digelar pihak Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) di SMK Lingga Kencana di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Kamis (30/5/2024).

Pantauan di lokasi, influencer Jepang dengan akun TikTok @asahina_mana ini nampak anggun saat keluar dari kendaraannya. Ia memakai dress terusan krem dipadu dengan kerudung putih.

Setelah itu, Mana langsung duduk lesehan dan berdoa bersama dengan pengurus yayasan, pihak sekolah, siswa, dan perwakilan keluarga korban kecelakaan bus.

Asahina Mana mengatakan, dirinya ke Depok karena mendengar dari Jepang tentang kecelakaan yang menimpa siswa SMK Lingga Kencana.

“Saya mau menemui dan mengatakan sesuatu ke siswa serta keluarganya secara langsung, sehingga kemarin saya datang ke Indonesia,” kata Mana dalam bahasa Inggris.

Ia mengetahui kecelakaan bus SMK Lingga Kencana dan media di Jepang yang memberitakan tragedi itu.

“Sehingga banyak masyarakat Jepang yang mengetahui kecelakaan ini, dan saya juga mengatakan kecelakaan ini di streaming saya,” papar Mana.

Mana mengaku saat menemui keluarga korban dan melihat mereka sangat sedih, kendati ia belum memiliki anak tapi ia merasakan kepedihan tersebut.

“Saya rasa mereka sangat sedih, tapi saya mau mereka kembali bahagia,” terang Mana.

Mana berjanji aman memberikan dukungan kepada mereka ke depannya agar kembali bahagia. “Saya akan mensupport mereka,” tukas Mana.

Sementara itu, Humas YKS, Dian Nurfarida, mengatakan Mana sudah beberapa kali datang ke yayasannya, seperti memberikan seminar tentang penggunaan media sosial, bahkan berkurban 11 sapi di Indonesia.

“Di yayasan ini juga sudah beberapa kali kurban, jadi mungkin tahun ini Insha Allah ada kurban sapi lagi,” kata Dian.

Concern Mana sendiri membantu anak-anak kurang mampu karena memiliki pengalaman hidup yang luar biasa. “Sehingga membuat Mana memiliki penghasilan luar biasa dari media sosial,” papar Dian.

Mana sendiri sudah ke Depok lebih dari lima kali dan berkeliling ke sekolah lain. “Terus bareng Pise Corporation bagi-bagi laptop ke sekolah-sekolah. Saat ini, Mana mendonasikan ke siswa yang di rumah sakit dan korban meninggal,” kata Dian.
(Punk)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini