banner atas

Toko Ban Ludes Terbakar, Diduga Gegara Pembakaran Sampah

portalpa - Senin, 10 Juni 2024 | 23:02 WIB

IMG-20240610-WA0084

KEMANG, PortalPasundan.com – Sebuah toko ban yang terletak di Jalan Kemang, Kampung Limusnunggal RT 03/08, Desa Kemang, Kabupaten Bogor, ludes terbakar, Senin (10/6/2024) sekira pukul 18.30 WIB. Kebakaran diduga gegara pembakaran sampah.

“Jam 18.30 WIB. Api tiba-tiba membesar. Sebelum kejadian warga melihat kepulan asap dari gudang bengkel ban itu, dugaan sementara akibat salah satu warga membakar sampah,” ujar warga sekitar, Murni.

Warga lainnya, Endang mengatakan, sesuai laporan warga yang berdekatan dengan gudang, api langsung membakar ban bekas yang ditumpuk di gudang.

Komandan Damkar Sektor Parung, Iwan Hermawan, membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan warga terkait kejadian kebakaran tersebut.

“Betul, tadi sekitar pukul 19.00 WIB, Damkar Sektor Parung dapat laporan warga. Langsung kami kirimkan dua unit mobil damkar dan 10 orang personel ke lokasi kebakaran tersebut,” ujarnya.

Iwan melanjutkan, selain 2 unit mobil Damkar Sektor Parung yaitu Merapi 10 dan Merapi 15, juga ada perbantuan 2 unit mobil damkar dari sektor Cibinong.

Terpisah, pemilik toko ban, Erlangga mengakui pada saat kejadian dirinya dan karyawan masih berada di toko.

“Kebetulan kita lagi masuk semua, karyawan juga lagi pada masuk semua, lagi bongkar di depan, dan saya di sini nih, di ruang tunggu. Tiba-tiba ada yang teriak di belakang, saya kira ada maling atau apa, pada rame ke sini, ternyata kebakaran. Gudang ini aja masih dikunci karena emang belum pada ke belakang, masih dikunci, saya nyari kunci dulu, buka, pas dibuka udah api semua,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Erlangga menduga ada dua hal yang menjadi penyebab kebakaran. “Pertama, mungkin emang cuaca lagi ekstrem dari panas, tapi kan panas ke ban gak begitu ini ya. Kedua, ada hal-hal lain. Tapi bakar ban juga butuh api besar kan. Kalau puntung rokok doang kena ban gak mungkin kebakar. Saya sih lebih yang kedua, mungkin ada yang usil, gak seneng atau apa, tempat di belakang ini untuk penyimpanan limbah. Jadi limbah kayak oli bekas, ban bekas atau botol-botol yang sudah tidak terpakai ditaro di belakang,” paparnya.

Erlangga menyebut dirinya mengalami kerugian kurang lebih Rp37 juta akibat kebakaran tersebut.

“Karena limbah ini bisa kita olah lagi terus ada beberapa sparepart yang kebakar, kita taksir sekitar Rp37 juta. Tadi ada pemadanan ke sini buat bikin keterangan lebih lanjut lagi, suruh BAP ke Polsek terus BAP Damkar juga. Ada CCTV cuma hp saya lagi mati, itu juga kan nyambung ke wifi ya, wifinya lagi mati juga. Nanti setelah semua stabil, saya cek. Di belakang ada CCTV arah ke pintu,” bebernya.
(MY/Rdy)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini