banner atas

Tekan Inflasi, Kementan – TNI AD Gelar Gebrakan Panen Raya Bawang Merah

portalpa - Kamis, 13 Juni 2024 | 17:45 WIB

IMG-20240613-WA0017

BEKASI, PortalPasundan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung inovasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yang bersinergi dengan TNI Angkatan Darat (AD).

Dalam rangka menekan inflasi, Kementan dengan TNI AD menggelar gebrakan panen raya bawang merah.

Dalam gerakan ini, Kementan mengembangkan dan mengolah lahan pertanian untuk memperkuat ketersediaan pangan dan juga pengendalian inflasi di tengah krisis yang terjadi saat ini.

Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjutak, dalam kegiatan panen raya komoditas bawang merah bersama dengan di lahan Urban Farming Korem 051/WKT Kodam Jaya, Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung, Selasa (11/06/2024).

“Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik inovasi dari Kementan dan TNI AD dalam mengembangkan lahan pertanian di daerah kami, yang diharapkan bisa berkontribusi menekan angka inflasi,” ungkap Iyan Priyatna.

Menurutnya, selain berkontribusi untuk perekonomian petani di Kabupaten Bekasi, upaya panen raya ini efektif untuk mendorong peningkatan produksi bawang merah yang ada saat ini serta menjaga stabilitas harga, mengingat harga bawang merah di pasaran kerap menghadapi fluktuasi dan mempengaruhi angka inflasi khususnya di Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, berdasarkan Rapat Koordinasi Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Iyan Priyatna mengatakan bahwa Pemkab Bekasi relatif terkendali terhadap angka inflasi saat ini.

“Sejauh ini Pemkab Bekasi sangat aman terkendali dalam inflasi daerah, kami terus berupaya mendorong dan memperkuat kerja sama berbagai pihak dalam mengembangkan komoditas pangan yang akan menjadi unggulan,” terangnya.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menuturkan, gebrakan yang dilakukan oleh TNI AD dalam mengembangkan sektor pertanian patut diapresiasi. Memanfaaatkan lahan-lahan yang kurang produktif, menjadi kawasan urban farming khususnya komoditas bawang merah, dinilai efektif dalam membangun dan memperkuat ketahanan pangan serta membantu mengendalikan inflasi di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis pangan.

Mentan mengatakan, diperlukan peran serta seluruh pihak untuk menghadapi krisis pangan dunia terutama yang mengancam Indonesia. Ia juga mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian secara masif dan produktif serta menyediakan dukungan off takernya.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” tegasnya.

Bersamaan dengan itu, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kementan atas perhatiannya yang besar sehingga mampu membuka lahan tidur menjadi kawasan urban farming, khususnya komoditas bawang merah.

TNI pun terus mendukung keberhasilan program pemerintah dalam mencetak sawah skala besar dan mengoptimalisasi lahan sehingga penanaman yang sekali setahun menjadi 2 sampai 3 kali setahun.

“Membangun urban farming untuk penguatan ketersediaan pangan ini harus dilakukan efektif. Ternyata di bawah jembatan dan sepanjang jalan tol masih ada lahan tidur ribuan meter bahkan berhektar-hektar. Dipastikan harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menambah penyediaan pangan.” ungkapnya.
(Punk)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini