banner-atas

Seremoni Pelulusan SMPN 1 Rancabungur Habiskan Setengah Miliar Rupiah

portalpa - Jumat, 31 Mei 2024 | 06:09 WIB

IMG-20240531-WA0005

RANCABUNGUR, PortalPasundan – Acara pelulusan siswa SMPN 1 Rancabungur, Kabupaten Bogor, telah menghabiskan biaya kurang lebih setengah miliar rupiah. Seremoni acara telah dilangsungkan di Gedung Braja Mustika Kota Bogor, pada Rabu (29/5/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang lulus sebanyak 416 orang. Jika per siswa diminta biaya Rp1 juta maka terkumpul kurang lebih Rp416 juta.

Acara telah usai tapi masih menyisakan buntut keluhan di kalangan para orangtua siswa. Keluhan terutama menyangkut dugaan adanya pungutan biaya untuk kelulusan sebesar Rp1 juta yang dibebankan kepada setiap siswa.

“Ya lah, saya merasa keberatan dengan nominal satu juta rupiah itu. Saya kasihannya sama orangtua yang kurang mampu. Coba bayangin aja kalau Rp1 juta dikali 400 murid, sudah Rp400 juta. Sedangkan kalau gak salah ada 416 siswa,” ungkap Ade Kurniawan, salah satu orangtua siswa, Kamis (30/5/2024).

Menurut Ade, jika dihitung-hitung beban biaya untuk acara pelepasan tersebut tak akan menghabiskan hingga Rp400 juta lebih. “Contohnya paket wedding saja sekitar Rp57 juta, sewa gedung paling sekitar Rp30 jutaan. Jadi itu dari Rp400 juta lebihnya gede bener. Kalau di lingkungan sekolah sih gak apa apa, ini mah udah di luar, nyari untungnya udah ratusan juta,” tambahnya.

Ade juga menyesalkan karena tidak mendapatkan bukti pembayaran dari pihak sekolah. “Saya minta ke anak saya bukti kwitansi lunas gak dikasih. Sepertinya ada arahan dari pihak sekolah, jadinya takut. Saya ke sana juga yang masuk cuma istri. Dan itu hampir semua orangtua yang hadir ngomong, makan juga cuma gini doang, snack kagak ada,” cetusnya.

Orangtua siswa lainnya menyebutkan bahwa pungutan Rp1 juta per siswa sudah menjadi kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan orangtua wali murid.

“Kalau itu sih memang sudah hasil kesepakatan antara orangtua dengan pihak sekolah. Tapi saya juga dapet aduan dari orang murid bahwa di antara mereka ada yang merasa keberatan,” ucapnya orangtua siswa yang tak mau identitasnya disebutkan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas SMP Negeri 1 Rancabungur, Hedi, mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui secara jelas terkait persoalan pungutan biaya kelulusan tersebut.

“Soal itu saya kurang tahu secara jelas ya, tapi yang saya tahu dari pihak sekolah dengan orangtua itu ada asuransinya dan ngobrol secara musyawarah keberatannya di mana, sanggupnya berapa. Bahkan kemarin juga ada beberapa orangtua yang mengajukan kebijakan melalui surat bahwa orangtua hanya mampu setengahnya, atau lebih dari itu,” paparnya.

Jadi, kata Hedi, pihak sekolah tidak menutup mata dan tidak terlalu menekankan kepada orangtua siswa. “Kan mereka juga ekonominya beda-beda, karena di kita anak yatim juga banyak, dan perlu kita bantu juga. Kalau untuk nominal atau jumlah kita kurang tahu yah, memang bukan bagian saya untuk tahu juga. Tapi yang saya tahu setelah rapat dengan Komite, Pak Ojang, itu urusan Komite dengan Kepala Sekolah, Ibu Siti Khadijah, dan orangtua. Sesuai yang ditandatangani orangtua aja kemarin, misalnya sanggup Rp200 ribu, ya 200,” terangnya.

Sementara saat disinggung soal kwitansi bukti pembayaran kelulusan tersebut, dirinya juga mengaku tidak mengetahuinya secara rinci.

“Kalau itu urusannya Komite, terus kalau mau nunjuk bendahara juga harus pakai surat. Kecuali Komitenya yang ngasih. Kalau mau secara jelas langsung ke Komite aja atau Kepala Sekolah. Cuma kebetulan hari ini Komite dan Kepala Sekolah tidak ada di tempat, mungkin lagi istirahat karena kemarin capek juga seharian di acara,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800.1.11.1/415. Surat berisikan imbauan pelaksanaan kegiatan perpisahan yang ditujukan kepada PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Bogor ini antara lain menjelaskan bahwa:

Dalam rangka perpisahan akhir tahun ajaran 2023/2024 yang erat kaitannya dengan perpisahan peserta didik, maka dengan ini disampaikan:
1. Kegiatan perpisahan bukan merupakan kegiatan wajib. Bagi satuan Pendidikan yung akan melaksanakan kegiatan perpisahan agar acara perpisahan dilaksanakan sesederhana mungkin.
2. Pelaksanaan kegiatan perpisahan tersebut diimbau dilaksanakan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana di sekolah.
3. Bahwa tujuan kegiatan acara perpisahan dimaksudkan untuk memberikan kesan mendalam dan memberikan apresiasi terhadap siswa.
4. Dalam pelaksanaannya dilaksanakan secara bijak dengan tidak memberatkan kepada orangtua/wali murid.
(Rdy)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini