banner atas

Sembilan Bintang Desak Polres Bogor Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

portalpa - Senin, 3 Juni 2024 | 10:30 WIB

Adv. Rd. Anggi Triana Ismail dari Kantor Hukum Sembilan Bintang (kanan).
Adv. Rd. Anggi Triana Ismail dari Kantor Hukum Sembilan Bintang (kanan).

TAMANSARI, PortalPasundan.com – Kantor Hukum Sembilan Bintang mendesak Polres Bogor agar segera menuntaskan kasus pengeroyokan yang menimpa tiga warga Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kendati sudah satu tahun lebih melakukan pelaporan, namun polisi belum juga menetapkan tersangkanya.

Tiga warga yang menjadi korban pengeroyokan tersebut Nasul Zapar (23), Nugi Hidayat (21), dan Anggi Setiadi (20). Mereka dikeroyok orang tak dikenal. Seorang di antaranya mengalami luka serius akibat penggumpalan darah di kepala dan masih hilang ingatan (gegar otak).

Ketiga korban melalui Kantor Hukum Sembilan Bintang dan Partners telah melakukan pelaporan ke Polsek Tamansari. Bukti pelaporan Nomor : LP / B / 34 / II / 2023 /Sektor tertanggal 21 Februari 2023, tentang sangkaan pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana yang dimaksud di dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun 6 bulan.

Namun, karena alasan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kondusifitas, perkara tersebut dilimpahkan ke Polres Bogor.

Kuasa hukum Sembilan Bintang, Adv. Rd. Anggi Triana Ismail, SH., menyesalkan hingga Juni 2024 ini belum ada perkembangan positif mengenai perkara tersebut dari pihak Polres Bogor.

“Kami dari Sembilan Bintang didesak oleh keluarga korban untuk turun mengawal kasus pengeroyokan ini. Tapi kami menilai penanganannya di Polres Bogor lamban. Padahal sudah satu tahun, belum juga menetapkan tersangka,” kata Anggi Triana Ismail dalam rilisnya, Senin (3/6/2024).

Menurut Anggi, proses penanganan kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan. “Artinya tinggal menetapkan tersangka. Perjalanan LP tersebut kan sudah satu tahun lebih lamanya, pihak penyidik belum menetapkan tersangka dalam LP ini. Saya mendesak Polres Bogor agar segera menetapkan tersangka dan tetap komitmen menegakkan hukum criminal Justice system dengan profesional dan akuntabel,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukaresmi Apid Firdaus mengungkapkan, pengeroyokan terhadap warga Desa Sukaresmi tersebut terjadi pada tanggal 12 Februari 2023.

Ketiga korban dirawat di RS Ummi Bogor. Namun, hanya Nasrul yang belum pulih karena mengalami hilang ingatan dan belum bisa kembali menjalankan aktivitasnya.

“Pengeroyokannya di lapangan bola, waktu itu diduga ada puluhan warga dari Desa Sukaluyu lagi latihan bola. Setelah mereka, giliran warga Sukaresmi. Tapi tiba-tiba warga Sukaluyu menyerang dan memukuli tiga warga Sukaresmi. Saat Nasrul dipukuli, Nugie dan Anggi coba melerai, tapi justru ikut dipukuli warga,” papar Apid.
(MUL)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini