banner atas

Pegi Bebas, Ini Kata Kapolri

portalpa - Senin, 8 Juli 2024 | 21:24 WIB

PEgi-Setiawan-750x493

BANDUNG, PortalPasundan.com — Kasus pembunuhan Vina Cirebon yang menghebohkan sementara berakhir klimaks. Pergi Setiawan yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian akhirnya bebas atas putusan hakim Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2024).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun angkat suara terkait gugatan praperadilan yang dimenangkan oleh Pegi Setiawan tersebut.

Dalam pernyataannya, Kapolri memastikan kepolisian bakal menghormati dan mengikuti putusan yang telah ditetapkan oleh Hakim Tunggal Eman Sulaeman di kasus tersebut.

“Tentunya kita harus menghormati putusan pengadilan,” ujar Sigit kepada wartawan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Senin (8/7/2024) malam.

Kapolri mengatakan pula bahwa Polri akan menentukan langkah kemudian dalam kasus Vina setelah mendapat salinan lengkap dari PN Bandung.

Sebelumnya PN Bandung resmi mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan di kasus pembunuhan pasangan kekasih Vina dan Eki.

Melalui putusan tersebut, Hakim Tunggal Eman Sulaeman menyatakan penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat tidak sah dan harus batal demi hukum.

Hakim Eman juga memerintahkan Polda Jawa Barat untuk menghentikan seluruh proses penyidikan yang dilakukan terhadap Pegi. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat juga diminta membebaskan Pegi dari tahanan.

“Mengadili mengabulkan praperadilan proses penetapan kepada pemohon atas nama Pegi Setiawan dinyatakan tidak sah dan dibatalkan demi hukum,” kata hakim tunggal Eman Sulaeman dalam sidang putusan di PN Bandung, Senin pagi.

Eman mengatakan penetapan Pegi Setiawan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Rizky (2016) oleh Polda Jabar tidak sesuai dengan prosedur dan tidak sah menurut hukum yang berlaku. “Menyatakan tindakan termohon sebagai tersangka pembunuhan berencana adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa atas permohonan tersebut, maka hakim telah mengabulkan apa yang telah diajukan sehingga sidang praperadilan selesai.

“Memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan kepada pemohon memerintahkan kepada termohon untuk melepaskan pemohon dan memulihkan harkat martabat seperti semula,” kata dia.

Tim kuasa hukum Pegi menghadirkan lima saksi dalam sidang praperadilan, empat saksi fakta dan satu saksi ahli, sedangkan Polda Jabar menghadirkan satu saksi ahli pidana hukum.

Dengan putusan Hakim Eman itu, maka penetapan Pegi sebagai tersangka oleh Polda Jabar adalah tidak sah.
(MUL)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini