banner atas

Khutbah Idul Adha Muhammadiyah di GDC Soroti Maraknya Transaksi Judi Online

portalpa - Selasa, 18 Juni 2024 | 12:40 WIB

IMG-20240618-WA0016

DEPOK, PortalPasundan.com — Meningkatnya transaksi judi online hingga Rp600 triliun disinyalir menyalip transaksi mencurigakan dalam kasus korupsi di Indonesia. Kondisi ini menggelitik sehingga menjadi materi khutbah Idul Adha yang digelar Muhammadiyah di Grand Depok City (GDC), Senin (17/6/2024.

Muhammad Sulaiman, selaku Imam dan Khatib dalam Sholat Idul Adha tersebut, mengaku malu karena Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim tapi angka kasus judi online tinggi.

“Kadang kala kita sebagai umat malu, seolah-olah jumlah hanyalah angka tanpa makna. Coba lihat angka kasus judi online, angka perselingkuhan, angka korupsi. Jadi, di mana nilai Islam itu kita letakkan?” kata Muhammad Sulaiman dalam khutbahnya yang bertemakan ‘Wukuf: Sarana Refleksi Diri’.

Untuk menekan tingginya judi online, Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengajak kaum muslimin sepatutnya hanya mengikuti petunjuk Allah alias Dinul-Islam dalam menata segenap aspek kehidupan mereka. Salah satunya dengan merenungi wukuf yang menjadi inti dalam ibadah haji.

Menurut Sulaiman, melalui kegiatan wukuf, setiap muslim disuruh untuk “stop and think” alias berhenti sejenak untuk merenung.

“Jangan biarkan diri tenggelam dalam berbagai kesibukan apalagi rutinitas sehari-hari sehingga apa-apa yang dikerjakan menjadi bersifat mekanistik belaka, kehilangan ruh bahkan tersesat arah dan tujuannya,” ajak Sulaiman.

Lebih lanjut, Sulaiman menyampaikan bahwa urusan wukuf ini menjadi lebih penting lagi bila dikaitkan dengan realitas dunia di zaman penuh fitnah seperti sekarang. Dan fitnah atau ujian zaman yang banyak mengancam kaum muslimin dewasa ini ialah realitas bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Umat muslim menjadi umat yang tak berdaya, menjadi umat pengekor, bukan umat penentu, hanya sebagai follower.

Menurut Prenanto, Ketua DKM Masjid Al Ishlah, kegiatan kolaborasi dengan Muhammadiyah GDC ini sebagai bentuk amar ma’ruf nahi mungkar serta bersama bergotong royong mengamalkan kepedulian sosial di masyarakat.

Kegiatan sholat ied ini dihadiri kurang leboh 1.500 orang dari wilayah GDC dan sekitarnya.
(Punk)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini

Kapan Sih Waktu Tidur Yang Sehat?

Mengenal Arlyansyah Timnas U-19

Memahami Doa Miskin Rasulullah

25 Juta Penduduk Masih Miskin

Suporter Tamu Dilarang ke SJH

Angklung Gubrag Bogor Resmi Bersertifikat HAKI

Segudang Manfaat Lidah Buaya