banner atas

Kado Kerusakan Jalan dari Warga Rumpin di Hari Jadi Bogor ke-542

portalpa - Senin, 3 Juni 2024 | 09:29 WIB

Warga Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor unjuk rasa protes kerusakan jalan, Senin (3/6/2024).
Warga Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor unjuk rasa protes kerusakan jalan, Senin (3/6/2024).

RUMPIN, PortalPasundan.com – Warga Kecamatan Rumpin memberikan kado ironis untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542. Warga Rumpin berunjuk rasa memprotes kerusakan jalan yang parah penuh kubangan air, Senin (3/6/2024).

Aksi demonstrasi warga, pemuda, dan mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR), Forum Masyarakat Desa (FMD), dan Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT). Aksi mereka sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah karena merasa dianaktirikan dalam pembangunan infrastruktur oleh Pemkab Bogor yang memiliki APBD Rp10 triliun.

Aksi teatrikal sambil membawa spanduk, poster, serta duduk dan berguling-guling di tengah jalan rusak berkubang air dilakukan warga di Jalan Raya Cicangkal – Gunung Sindur, tepatnya di depan Bale Tirtawana Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin.

Ketua HMR, Wildan Muhollad, mengatakan dalam orasinya bahwa masyarakat Rumpin menuntut Pemkab Bogor agar segera membangun jalan-jalan utama di Kecamatan Rumpin, juga segera merealisasikan pembangunan jalur khusus tambang serta menertibkan armada truk tambang dengan membangun kantung-kantung parkir.

“Agar truk tambang tidak lagi parkir di badan jalan. Atas lambatnya laju pembangunan infrastuktur utama di Kecamatan Rumpin serta lemahnya pengawasan armada truk tambang oleh Pemkab Bogor, kami menyematkan raport merah kepada Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor,” ujar Wildan.

Pernyataan tegas juga disampaikan Koordinator FMD sekaligus Ketua AGJT, Junaedi. Menurutnya, di wilayah Kecamatan Rumpin masih banyak persoalan yang belum diperhatikan oleh pemerintah dan merugikan masyarakat, baik secara ekonomi, kebudayaan, lingkungan hidup dan kesehatan.

“Mulai konflik agraria sampai kerusakan infrastuktur dan pembangunan TPST di Desa Cibodas. Di Rumpin masih banyak persoalan yang perlu di benahi oleh Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor, mulai dari konflik agraria di Desa Sukamulya sampai kerusakan infrastuktur jalan,” ujar Junaedi.

Masih kata Junaedi, saat ini jalan Cicangkal-Legok masih tersisa 500 meter dalam kondisi rusak parah. Jalan Ciparigi – Warungjata juga masih sekitar dua kilometer dalam kondisi rusak parah, apalagi jalan Cicangkal – Gunung Sindur yang memang digunakan oleh truk angkut hasil tambang.

“Oleh karena itu, dalam peringatan HJB kali ini kami menuntut Pemkab Bogor dan DPRD agar lebih memperhatikan pembangunan sarana umum di Kecamatan Rumpin,” tandasnya.
(DYN)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini