banner-atas

Kades Cimanggis Geram, Warganya Sulit Masuk SMAN 1 dan SMKN 1 Bojonggede

portalpa - Senin, 10 Juni 2024 | 08:18 WIB

IMG-20240610-WA0006

BOJONGGEDE, PortalPasundan.com – Jelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, warga Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kembali merasakan sulitnya mengakses sekolah negeri yang ada di desanya.

Sistem zonasi yang merupakan kuota terbesar dalam PPDB dianggap merugikan warga Cimanggis. Sebab banyak warga yang tidak bisa masuk termasuk rekomendasi Kepala Desa sekalipun.

Praktis persoalan ini membuat geram Kades Cimanggis, Abdul Azis Anwar. “Saya Kepala Desa Cimanggis kecewa terhadap sekolahan SMKN 1 dan SMAN 1 Bojonggede. Padahal program almarhum bapak saya, Bapak Haji Acang Anwar, membangun sekolah SMKN 1 Bojonggede tujuannya untuk masyarakat sekitar dan saya membangun SMAN 1 Bojonggede saat itu memohon kepada Bupati Bapak Rahmat Yasin untuk masyarakat sekitar dengan sesuai peraturan zonasi,” ujarnya, Minggu (9/6/2024).

Azis mengungkapkan, semua calon siswa yang direkomendasikan oleh Kades Cimanggis tak satu pun diterima. Padahal, orangtua siswa pemohon sudah menempuh prosedur di antaranya melakukan pendaftaran via online dan lain-lain.

“Tapi satupun tidak ada yang diterima sesuai dengan peraturan zonasi terdekat. Tujuan awal Kepala Desa membangun sekolah SMA SMK tujuannya buat masyarakat sekitar, supaya sekolah tidak jauh-jauh itu tujuannya. Tolong hargai perjuangan bapak saya mengusahakan adanya SMKN 1 Bojonggede supaya warganya tidak sekolah jauh-jauh. Saya akan mengadu ke Pak Bupati dan Disdik Jabar,” tegas Azis.

Azis kembali menandaskan bahwa saat warganya membutuhkan tambahan sekolah, dirinya berjuang untuk bisa membangun sekolan SMAN 1 Bojonggede setelah mendapat dukungan Bupati. Walhasil, berdirilah SMAN 1 di lahan PT Riskon atas permohonan Azis ke pihak perusahaan.

“Masyarakat Desa Cimanggis sekarang tidak sekolah jauh-jauh, tapi ironis sekarang malah tidak ada yang lolos semua, bahkan yang pakai rekom Kepala Desa pun sama. Untuk apa saya dulu memperjuangkan kalau sekarang sudah ada SMAN pada akhirnya tidak boleh. Setahu saya sesuai dengan peraturan Kemendikbud bahwa sekolah terdekat itu pakai sistem zonasi, ya ini warga saya zona terdekat tidak masuk,” cetus Azis.
(MY)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini