banner atas

Jelang Idul Adha, Harga Pangan di Pasar Tradisional Leuwiliang Bogor Masih Relatif Normal

portalpa - Senin, 10 Juni 2024 | 19:44 WIB

IMG-20240610-WA0058

LEUWILIANG, PortalPasundan.com – Jelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah bahan pangan dan pokok di Pasar Tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat, masih relatif normal.

Seperti yang di-update per tgl 10 Juni 2024 oleh petugas pengecekan harga di Pasar Tradisional Leuwiliang, sejumlah bahan pangan tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan dan masih relatif normal.

“Kalau harga pangan sayur mayur saat ini sih masih relatif normal aja, cuma paling harga beras premium aja sekarang ada kenaikan harga jadi Rp16.000 per kilogram. Tadinya dari harga Rp14.000,” ujar Staf petugas pengecekan harga di Pasar Leuwiliang, Jaki, diruang kerjanya, Senin, (10/6/2024).

Sementara bahan pangan pokok lainnya seperti cabai, bawang dan tomat belum ada kenaikan harga masih relatif normal saja.

“Tomat sempat naik Rp20 ribu, sekarang turun harga jadi Rp15 ribu per kilogram. Cabai jenis rawit hijau masih di harga Rp40 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp45 ribu per kilogram dan cabai jenis keriting Rp60 ribu per kilogram,” terangnya.

Sedangkan cabai rawit hijau Rp30 ribu per kilogram dan cabai rawit merah Rp40 ribu per kilogram.

“Harga daging juga masih normal, di harga Rp130 ribu per kilogram. Paling kalau ada kenaikan itu biasanya di H-2 sebelum Lebaran. Itu juga tidak terlalu tinggi sih, paling di harga Rp140-145 ribu per kilogram. Dan untuk ketersediaan bahan pokok di Pasar Leuwiliang Alhamdulillah masih aman,” tambahnya.

Kendati demikian, pasca mengalami kebakaran pada bulan September 2023 lalu, menurut Jaki, para pengunjung pasar semakin berkurang. Para pedagang pun tidak sedikit yang mengeluhkan hal tersebut.

“Setelah kebakaran aja pengunjung pasar berkurang, dan pedagang juga pada ngeluh. Jadi perekonomian di pasar tidak stabil seperti biasanya. Contoh, seperti pedagang bawang yang biasanya habis 100 kilogram, sekarang hanya terjual di 50 kilogram aja. Jadi terpaksa mereka kurangin, terus dari segi lahan yang disediakan juga pada sempit katanya,” ungkapnya.

“Saya harap sih segera ada percepatan pembangunan lagi, supaya para pedagang bisa menempati tempat yang bersih dan layak lah. Terus perekonomian juga bisa pulih kembali,” pungkasnya.

Hal sedana juga diungkapkan oleh Jhoni (35) salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Leuwiliang. Dirinya menyatakan bahwa untuk bahan pangan belum ada kenaikan harga yang signifikan.

“Belum ada kenaikan harga yang tinggi sih, cabai juga yang biasanya harga tinggi sekarang masih normal. Cuman yang lagi naik harga itu timun, tadinya dari harga Rp7.000 per kilogram, sekarang mencapai Rp12.000 per kilogram,” ucap Jhoni.

Selain itu, Jhoni juga mengeluhkan pendapatan omset yang kian hari makin merosot pasca lapak para pedagang yang mereka tempati di Pasar Leuwiliang tersebut mengalami kebakaran hebat pada tahun 2023 lalu.

“Pokoknya setelah kebakaran aja tuh omset para pedagang menurun drastis. Tidak seperti biasanya, pengunjung juga sepi, kalau diceritain mah sedih bang omset kami menurun,” ungkapnya.

“Kalau harapan saya dan para pedagang lainnya, meski ada kenaikan harga, tapi ekonominya stabil. Buat apa harga pangan murah meriah tapi ekonominya sulit,” pungkas Jhoni disambut tepuk tangan para pedagang lainnya.
(Rdy)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini