banner atas

HMI Cabang Bogor Tegas Menolak Revisi UU Penyiaran

portalpa - Senin, 24 Juni 2024 | 12:57 WIB

IMG-20240624-WA0022

DRAMAGA, PortalPasundan.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor menolak secara tegas Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran.
Menurut HMI, RUU Penyiaran menuai kontroversi dan dikuatirkan membatasi kebebasan berpendapat.

Demikian pernyataan HMI saat menggelar diskusi bertajuk “Obrolan Warkop (Warung Konsolidasi Pergerakan)”. Acara ini merupakan kolaborasi HMI Cabang Bogor dengan Student For Liberty yang berlangsung di Gedung Serbaguna Dramaga, Sabtu (22/6/2024).

Dimas Ryandi, jurnalis Jawa Pos sebagai narasumber acara, mengkritik RUU Penyiaran yang dinilai tidak transparan dalam proses penyusunannya di DPR RI. Dewan Pers tidak pernah diajak dalam penyusunan Revisi UU Penyiaran ini. Selain itu dua menguatirkan dampak Revisi UU ini terhadap konten kreator.

“Dalam Revisi UU ini konten kreator diwajibkan memverifikasi konten yang ingin diunggah pada media digital kepada KPI, yang mana ini tidak masuk akal jika dibandingkan puluhan ribu konten kreator di Indonesia,” ujar Dimas.

Kabid PTKP HMI Cabang Bogor, Ikhwan Prasetiyo, tegas menolak Revisi UU Penyiaran. “Penyelundupan pasal karet yang melarang penyiaran di media digital berpotensi mengkriminalisasi siapapun yang membuat konten,” tegas Ikhwan.

Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal penolakan revisi ini.

Ketua Umum HMI Cabang Bogor, Fathan, menyerukan diskusi dan konsolidasi untuk menolak Revisi UU Penyiaran. “Pengawalan terhadap ancaman ini tidak boleh lengah seperti UU ITE yang kini menjadi alat pemerintah mengkriminalisasi aktivis,” ungkap Fathan.

“HMI Cabang Bogor menyatakan sikap tolak Revisi UU Penyiaran dan mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawal revisi ini,” tegasnya.

Penolakan terhadap Revisi UU Penyiaran harus terus disuarakan. HMI Cabang Bogor menjadi salah satu elemen yang vokal menyuarakan kritik dan menyerukan penolakan revisi ini. Penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan dan terlibat dalam pengawalan revisi ini demi menjaga kebebasan berekspresi dan hak atas informasi.
(Rdy)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini

Kapan Sih Waktu Tidur Yang Sehat?

Mengenal Arlyansyah Timnas U-19

Memahami Doa Miskin Rasulullah

25 Juta Penduduk Masih Miskin

Suporter Tamu Dilarang ke SJH

Angklung Gubrag Bogor Resmi Bersertifikat HAKI

Segudang Manfaat Lidah Buaya