banner atas

DPRD Desak ULP-DPUPR Agar Tak Ada Lagi Proyek Mangkrak

portalpa - Senin, 8 Juli 2024 | 16:45 WIB

Jalan Bojong Sempu-Iwul, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang mangkrak.
Jalan Bojong Sempu-Iwul, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang mangkrak.

PARUNG, PortalPasundan.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor mendesak Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) bekerja secara profesional supaya tidak ada lagi proyek yang mangkrak di Kabupaten Bogor.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, menyebut, ada kurang lebih 8-9 proyek infrastruktur jalan di lingkup PUPR yang mengalami mangkrak atau terbengkalai pada tahun 2023 lalu.

“Ada kurang lebih 8-9 proyek di PUPR karena memang tidak dilanjutkan kembali atau mangkrak. Dan penyedia jasa itu semuanya jelas diputus kontrak,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Fio ini, terjadinya proyek mangkrak tak lepas dari kinerja ULP. “Nah ini ULP sering kali meloloskan lelang para penyedia jasa asal luar Bogor, padahal mereka tidak tahu harga (di Bogor) dan tidak tahu medan lapangan seperti apa,” ucapnya.

Penyedia jasa, lanjut dia, memiliki tanggung jawab penuh dalam penyelesaian proyek. “Ini menjadi catatan penting bagi kita terkait masalah harga dari PUPR dan ULP sebagai penjaring penyedia jasa. Itu harus betul-betul maksimal. Penyedia jasa juga bertanggungjawab penuh dalam proses pekerjaan jangan sampai kejadian mangkrak ini kembali terulang,” ungkapnya.

Fio pun meminta ULP Kabupaten Bogor melakukan evaluasi terkait sistem pelelangan. “ULP harus melakukan perbaikan dan supaya ada bersinambungan pihak ULP dengan PUPR. Jadi saat ULP menyampaikan masalah harga bisa dirasionalkan. Jangan sampai mereka penyedia jasa hanya mengejar SPK (Surat Periintah Kerja) yang bisa dijual-belikan nanti setelah menang lelang,” tandasnya.

Salah satu proyek mangkrak yang ditinggal pemborong adalah betonisasi Jalan Bojong Sempu-Iwul, di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Proyek yang menelan duit APBD Rp1 miliar lebih ini dikerjakan penyedia jasa PT Raissa Karunia Abadi dan konsultan pengawas PT Nasuma Putra.

Tokoh Pemuda Desa Iwul, Alpiuspalepi, mengeluhkan kondisi Jalan Bojong Sempu-Iwul yang saat ini terbengkalai sehingga mengganggu kenyamanan warga.

“Kualitas jalan yang telah dikerjakan sebagian tidak mulus, tidak sesuai dengan keinginan warga. Jalan ini salah satu yang sering dilintasi dan banyak warga melintas jalan ini menuju Pasar Ciseeng, ke Parung, dan Serpong,” ujarnya, Senin (8/7/2024).
(MY)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini

Kapan Sih Waktu Tidur Yang Sehat?

Mengenal Arlyansyah Timnas U-19

Memahami Doa Miskin Rasulullah

25 Juta Penduduk Masih Miskin

Suporter Tamu Dilarang ke SJH

Angklung Gubrag Bogor Resmi Bersertifikat HAKI

Segudang Manfaat Lidah Buaya