banner atas

Berwisata dan Menikmati Kopi Sukamakmur di Setu Rawa Gede

portalpa - Jumat, 14 Juni 2024 | 18:06 WIB

WhatsApp Image 2024-06-14 at 17.23.56

SUKAMAKMUR, PortalPasundan.com – Situ Rawa Gede berada di antara perbukitan datar Cangkuang, Desa Sirna Jaya, Kecamatan Sukamamur, Kabupaten Bogor. Lokasi wisata alam ini menjadi magnet tersendiri yang sayang jika tidak dikunjungi wisatawan.

Selain memiliki udara sejuk, kawasan ini juga sangat memanjakan mata pengunjung karena keindahan alamnya. Tapi jangan lupa ada Kopi andalan yang memang saat ini menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah dengan terbukanya akses jalan sekarang di Desa Sirnajaya menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Kabupaten Bogor dengan harga jual bersaing di pasaran,” ujar Agus Salim, Ketua Bumdes Sinar Makmur, Kamis (13/6/2024).

Saat ini harga biji kopi yang dihasilkan dari perkebunan warga dengan kualitas sedang (asalan) Rp61 ribu per kilogram (kg) sampai Rp63 ribu per kg. Harga kopi great 1 Rp75 ribu/kg sampai Rp78 ribu/kg.

“Tidak hanya kopi kemasan curah saja, BUMDes Sinar Makmur juga berencana memproduksi jenis kopi sachet ke pasaran,” ujarnya.

Kehadiran setu atau danau Rawagede juga menjadi berkah tersendiri bagi warga. Banyak pihak yang menginginkan kerja sama dan berinvestasi di dalamnya.

Di balik pesona danau seluas 4,5 hektar yang kini menjadi spot wisata dan kuliner yang beririsan dengan gunung Gede Pangrango dan Puncak Bogor ini pun ternyata memiliki kisah mistik.

“2015 mulai dibuka dan 2018 kita bentuk BUMDes dan di tengah danau ada pohon besar diyakini adalah sebuah petapaan dan di danau ini di huni Ikan Antingan dan Ikan Sitihul. Ikan Sitihul ini bentuknya kalau di air dia ikan, kalau di angkat berubah menjadi batang kayu yang terbakar. Dan di atas itu di dekat air terjun Cidulang ada makam keramat dan petilasan Eyang Suryakencana,” jelas Agus.

Berbeda dahulu dan sekarang. Kini penampakan Setu Rawagede penuh warna-warni, ceria dengan gazebo, dan areal perkemahan serta kafe dan warung kopi yang dikelola oleh warga sekitar.

Masyarakat bebas memancing ikan di Setu Rawa Gede. Hanya saja tetap harus hati-hati jika hujan deras. Sekalipun sudah tersedia alat pemberitahuan tinggi permukaan air di danau Rawa Gede.

Layla, salah seorang pemilik warung makan di sekitar Danau Rawa Gede, mengungkapkan pernah terjadi luapan danau namun tidak sampai menggenangi pemukiman dan warung yang dibangun di sekitar itu.

“Kalau mau mancing bebas, ga bayar, apalagi warga sekitar. Di sini belum pernah banjir sampai ke rumah-rumah, kalau pun hujan airnya ga sampai tinggi,” tambah Layla.

Di tengah suasana yang nyaman dan masih asri, di lokasi Setu Rawa Gede juga terdapat 10 penginapan dan areal campervan serta gedung aula untuk pertemuan.
(YS)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini