banner atas

Ade Wardhana: Gangster dan Tawuran Bukan Cuma Soal Penegakan Hukum

portalpa - Jumat, 14 Juni 2024 | 12:06 WIB

IMG-20240531-WA0010

BOGOR, PortalPasundan.com — Maraknya pemberitaan tawuran anak muda yang tergabung dalam kelompok (gangster) dan melibatkan kalangan pelajar di Kabupaten Bogor sudah sangat memprihatinkan.

Ada banyak faktor penyebab terjadinya tawuran. Bisa individu, keluarga, lingkungan, maupun institusi.

Praktisi pendidikan sekaligus Dosen Eksternal IPB University, Ade Wardhana Adinata, mengatakan bahwa tawuran dan gangster bukan cuma soal penegakan hukum. “Gangster dan tawuran harus dianalisa secara holistik,” ucapnya.

Ade Wardhana menguraikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menekan tawuran, antara lain sebagai berikut:

1. Kurang Pengawasan dan Bimbingan Orang Tua

Orangtua yang sibuk atau kurang peduli terhadap aktivitas anak-anak, mereka sering kali tidak memberikan pengawasan yang memadai. Kurang perhatian dan bimbingan membuat remaja mencari identitas dan pengakuan di tempat lain, seperti dalam kelompok teman sebaya yang memiliki pengaruh negatif.

2. Kelemahan Sistem Pendidikan

Banyak sekolah yang kurang fokus pada pendidikan karakter dan moral. Kurikulum yang terlalu menekankan aspek akademis tanpa memberikan pelajaran yang cukup untuk pengembangan nilai-nilai moral, empati, dan keterampilan sosial, menyebabkan remaja kurang memiliki dasar yang kuat untuk menghindari kekerasan.

3. Lingkungan Sosial yang Kurang Baik

Remaja yang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan kekerasan atau kejahatan cenderung meniru perilaku yang mereka lihat. Lingkungan yang tidak mendukung perkembangan positif dan tidak ada figur panutan yang baik memperbesar kemungkinan remaja terlibat dalam tawuran.

4. Tekanan dari sesama Teman

Tekanan teman sebaya bisa mendorong remaja untuk menunjukkan keberanian atau loyalitas dengan cara yang negatif, contoh terlibat dalam tawuran. Kebutuhan untuk diterima dan diakui dalam kelompok sering kali membuat remaja melakukan tindakan yang sebetulnya tidak mereka inginkan.

5. Pengaruh Media Sosial

Efek konten kekerasan di media sosial, televisi, dan internet dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku remaja. Media yang menggambarkan kekerasan sebagai sesuatu yang normal atau bahkan heroik, bisa mendorong remaja meniru

6. Minim Fasilitas dan Kegiatan Positif/Ekstrakulikuler

Kurangnya fasilitas olahraga, kreatifitas seni yang memadai, ini membuat remaja tidak memiliki banyak kegiatan positif untuk menghabiskan waktu mereka. Tanpa kegiatan yang produktif, mereka lebih mudah terlibat dalam aktivitas negatif seperti tawuran.

7. Penegakan Hukum

Jika hukum tidak ditegakkan secara konsisten dan tegas, remaja tidak akan merasa takut atau jera untuk terlibat dalam tawuran. Ketiadaan hukuman yang jelas dan adil membuat pelaku tawuran merasa bebas untuk mengulangi perbuatannya.

8. Keterampilan Sosial yang Rendah

Banyak remaja yang tidak memiliki keterampilan komunikasi dan resolusi konflik yang baik. Ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi dan menyelesaikan masalah secara damai dapat membuat mereka memilih kekerasan sebagai solusi.

9. Faktor Ekonomi dan Sosial

Kesenjangan ekonomi dan sosial dapat menimbulkan rasa frustrasi dan marah di kalangan remaja. Ketika mereka merasa terpinggirkan atau tidak memiliki kesempatan yang sama, mereka mungkin mengekspresikan kekecewaan melalui kekerasan.

10. Tidak Ada bimbingan konseling

Kurangnya akses ke layanan bimbingan dan konseling untuk remaja yang memiliki masalah emosional atau psikologis dapat memperburuk situasi. Tanpa fasilitas yang memadai, remaja yang mengalami tekanan atau stres lebih mudah untuk melampiaskan perasaan mereka melalui perkelahian.

“Mengatasi kelemahan-kelemahan ini memerlukan pendekatan yang holistik dan terkoordinasi, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas lokal. Para wargi Kabupaten Bogor semoga segera kita bisa memperbaiki hal ini,” ungkap Ade Wardhana Adinata yang sedang berikhtiar sebagai Calon Bupati Bogor ini.
(MUL)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini

Kapan Sih Waktu Tidur Yang Sehat?

Mengenal Arlyansyah Timnas U-19

Memahami Doa Miskin Rasulullah

25 Juta Penduduk Masih Miskin

Suporter Tamu Dilarang ke SJH

Angklung Gubrag Bogor Resmi Bersertifikat HAKI

Segudang Manfaat Lidah Buaya