banner atas

Satpol PP Siap Tindak Pungli di Lokasi Eks PKL Puncak

portalpa - Rabu, 3 Juli 2024 | 18:04 WIB

Pengguna Jalan Raya Puncak sengaja menepi untuk mengabadikan view kawasan wisata Puncak usai pembongkaran kios-kios liar pedagang.
Pengguna Jalan Raya Puncak sengaja menepi untuk mengabadikan view kawasan wisata Puncak usai pembongkaran kios-kios liar pedagang.

CISARUA, PortalPasundan.com – Pasca pembongkaran kios-kios liar di Jalan Raya Puncak, Gunung Mas, Cisarua, kini persoalan baru muncul. Alih-alih ingin menikmati pemandangan Puncak tanpa kumuh dari PKL, warga yang singgah malah dimintai pungutan liar (pungli).

Lantaran dianggap meresahkan, warga pun beramai-ramai mengunggahnya di media sosial hingga ramai diperbincangkan netizen.

Dalam video tersebut, tampak pengendara motor mengeluhkan adanya tukang parkir liar di bekas lapak PKL yang telah dibongkar.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti adanya parkir liar tersebut.

“Itu masyarakat sepertinya, tetapi jelas kalau itu ilegal tidak perlu dikasih, itu sudah jelas parkir liar,” tuturnya.

Menurutnya, ada oknum masyarakat yang memanfaatkan situasi pasca pembongkaran lapak PKL pada pekan lalu, salah satunya dengan meminta uang ke wisatawan dengan modus parkiran.

“Masyarakat di sana memanfaatkan situasi. Sekarang, pengunjung seharusnya tidak memberikan uang, apalagi tukang parkir itu tidak ada surat retribusi, tidak jelas,” tegasnya.

Untuk itu, dia mengimbau wisatawan, khususnya pengguna kendaraan pribadi, untuk tidak memberikan uang ke tukang parkir liar.

“Tetapi ini menjadi masukan, anggota kami nanti patroli untuk menegur yang bersangkutan. Pasca penertiban ini, kita patroli terus,” tandasnya.

Sementara itu, Aldiansyah, warga Jakarta yang sedang berkunjung ke Puncak, mengakui banyak pengunjung yang berniat swa foto di Riung Gunung malah kena pungli. “Iya ini ramai di medsos ada pungli parkir di Puncak,” ucapnya.

Mungkin, kata dia, karena tidak ada lagi penghasilan, maka pedagang banyak beralih profesi menjadi tukang parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Mudah-mudahan ke depannya di Puncak tidak ada pungli parkir lagi,” tandasnya.
(YS)

Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini

Kapan Sih Waktu Tidur Yang Sehat?

Mengenal Arlyansyah Timnas U-19

Memahami Doa Miskin Rasulullah

25 Juta Penduduk Masih Miskin

Suporter Tamu Dilarang ke SJH

Angklung Gubrag Bogor Resmi Bersertifikat HAKI